Kota Sehat

Surjadi (2002) menyatakan isu lingkungan terkait dengan pembangunan berkelanjutan yang perlu mendapat perhatian para ahli perkotaan yaitu air, sanitasi, aliran pembuangan/drainage, sampah padat, udara, manajemen tanah, emisi gas, kecelakaan dan bencana. Isu lingkungan ini jika dikaitkan dengan perilaku dan akses pelayanan kesehatan akan menimbulkan masalah kesehatan perkotaan. Pendekatan Kota Sehat pertama kali dikembangkan di Eropa oleh WHO pada tahun 1980-an sebagai strategi menyongsong ‘Ottawa Charter’ yang menekankan kesehatan untuk semua yang dapat dicapai dan berkelanjutan jika semua aspek sosial, ekonomi, lingkungan, dan budaya diperhatikan (DEPHUT tanpa tahun).

Continue Reading →

15. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Meresapkan Air Hujan

Banjir dan kekeringan merupakan petunjuk alam tentang ketidakmampuan Kita dalam mengelola air. Keberadaannya maupun ketiadaannya menjadi bencana. Ketika musim hujan, genangan air dimana-mana. Ketika musim kemarau, tidak ada air dimana-mana.

Continue Reading →

14. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , , |

Berhasilkah Penataan Ruang Pasca Bencana? Berkaca di Kelurahan Tahunan Kota Yogyakarta

Pasca Bencana: Membangun yang Lebih Baik?

Keadaan pasca bencana sebenarnya tidak hanya memberikan dampak buruk, namun ia juga memberikan peluang untuk membangun dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Peluang dari situasi krisis setelah bencana alam ialah munculnya kesadaran warga masyarakat untuk menyusun langkah-langkah pencegahan bencana di masa depan (UN-Habitat, tanpa tahun). Pemerintah Indonesia sendiri melihat peluang ini dengan menyusun kebijakan pemulihan perumahan dan permukiman, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Juni 2006 di Yogyakarta, yang bertujuan untuk menyediakan perumahan dan permukiman tahan gempa yang lebih sehat, lebih tertib, lebih teratur, dan lebih estetis beserta sarana dan prasarana pendukungnya, dengan mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

Continue Reading →

29. July 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , , , |

Perangkat Keberhakan, Hak Kepemilikan dan Kaitannya dengan Pengelolaan Sumberdaya Alam

Pulau Bangka dikenal sebagai daerah penghasil timah. Di pulau ini, bijih timah bisa ditemukan di bukit dan lembah, di tengah hutan; maupun di halaman rumah penduduk, di tengah permukiman. Bijih timah sebagai sumberdaya alam strategis yang terdapat di Pulau Bangka perlu dikelola agar dapat memberikan manfaat. Namun masalah yang kemudian muncul ialah siapa yang berhak untuk mengelola dan siapa yang memiliki sumberdaya ini. Dalam beberapa paragraf di depan Kita akan mencoba menelusuri kaitan antara perangkat keberhakan dan hak kepemilikan dengan pengelolaan sumberdaya alam bijih timah di Pulau Bangka.

Continue Reading →

29. July 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Respons pada Bencana Alam dan Pengelolaan Bencana

Bencana: Bagaimana kita memandangnya?

Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa bencana merupakan akibat aktivitas alam semata. Bagi mereka, yang dinamakan bencana ialah kejadian-kejadian seperti banjir, kekeringan, gempa bumi, tsunami, dan angin puting beliung. Jarang ditemui masyarakat yang menganggap kejadian-kejadian seperti kebakaran hutan, pabrik gas meledak, sebagai bencana. Mereka lebih beranggapan bahwa kejadian ini merupakan suatu bentuk kecelakaan.

Continue Reading →

29. July 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Konservasi Alam dan Kebudayaan

Pengelolaan Sumberdaya Alam

Pengelolaan sumberdaya kelautan menggunakan sistem Sasi terbukti telah mampu menjaga kelestarian sumberdaya alam. Sistem ini mengatur kapan masyarakat diperbolehkan mengambil hasil laut, dan kapan masyarakat dilarang mengambil hasil laut. Sistem ini juga mengatur di daerah mana masyarakat diperbolahkan untuk mengambil hasil laut dan di daerah mana masyarakat dilarang untuk mengambil hasil laut. Dengan demikian, sumberdaya kelautan tidak dieksploitasi secara terus-menerus sehingga memiliki waktu untuk memulihkan diri, juga tidak dilaksanakan pada sembarangan tempat sehingga hanya komoditas tertentu yang dapat dieksploitasi.

Continue Reading →

29. July 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

← Older posts

Newer posts →