Memasak Data agar Lebih Enak Disantap

Seringkali data yang disajikan dalam suatu hasil penelitian masih dalam bentuk data mentah. Istilah data mentah Saya peroleh dari P’Mubasysyir, ketika Ia melakukan pembimbingan penelitian mahasiswa Magister KMPK. Data mentah, kurang lebih dapat Saya definisikan sebagai data yang seharusnya dapat diolah lebih lanjut agar lebih mudah dimaknai.

Continue Reading →

16. November 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Komputer & Pemrograman | Tags: |

Lingkungan Permukiman

Lingkungan, menurut Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1994), ialah semua yang mempengaruhi pertumbuhan manusia atau hewan. Lingkungan hidup, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997, ialah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia, dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.

Continue Reading →

27. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Permasalahan Permukiman Perkotaan

Menurut Kirmanto (2002), isu-isu perkembangan permukiman yang ada pada saat ini adalah (1) perbedaan peluang antar pelaku pembangunan yang ditunjukkan oleh ketimpangan pada pelayanan infrastruktur, pelayanan perkotaan, perumahan dan ruang untuk kesempatan berusaha; (2) konflik kepentingan yang disebabkan oleh kebijakan yang memihak pada suatu kelompok dalam pembangunan perumahan dan permukiman; (3) alokasi tanah dan ruang yang kurang tepat akibat pasar tanah dan perumahan yang cenderung mempengaruhi tata ruang sehingga berimplikasi pada alokasi tanah dan ruang yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan pembangunan lain dan kondisi ekologis daerah yang bersangkutan; (4) terjadi masalah lingkungan yang serius di daerah yang mengalami tingkat urbanisasi dan industrialisasi tinggi, serta eksploitasi sumber daya alam; dan (5) komunitas lokal tersisih akibat orientasi pembangunan yang terfokus pada pengejaran target melalui proyek pembangunan baru, berorientasi ke pasar terbuka dan terhadap kelompok masyarakat yang mampu dan menguntungkan.

Continue Reading →

27. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Kualitas Lingkungan Permukiman

Sumunar (2000) berhasil mengklasifikasi lingkungan permukiman di Kota Yogyakarta dalam tiga kelas, yakni (1) kelas permukiman dengan kualitas baik, (2) kelas permukiman dengan kualitas sedang, dan (3) kelas permukiman dengan kualitas buruk. Lebih lanjut Ia menyatakan kondisi sosial ekonomi penghuni berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman. Variabel-variabel kondisi sosial ekonomi seperti tahun sukses pendidikan, penghasilan dan besarnya rumah tangga, menunjukkan adanya korelasi dengan kondisi kualitas lingkungan permukiman. Lingkungan permukiman dengan kualitas buruk terutama terdapat di daerah pusat Kota Yogyakarta, sepanjang sungai dan di sekitar jalur kereta api. Biasanya permukiman ini dihuni oleh para penglaju atau commuter yang setiap waktu tertentu pulang kampung.

Continue Reading →

27. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Pembangunan Permukiman Berkelanjutan

Banyak kegiatan pembangunan telah mengakibatkan kemiskinan, kemerosotan serta kerusakan lingkungan (Mitchell, Setiawan & Rahmi 2003). Isu lingkungan hidup dan pembangunan menjadi agenda penting masyarakat internasional di forum regional dan multilateral sejak tahun 1972 setelah pelaksanaan konferensi internasional mengenai “Human Environment” di Stockholm, Swedia dan khususnya setelah Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brazil tahun 1992. Konferensi Tingkat Tinggi Bumi 1992 menghasilkan Deklarasi Rio de Janeiro, Agenda 21, Forests Principles, serta Konvensi Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati. Konferensi Tingkat Tinggi Bumi juga menghasilkan Konsep Pembangunan Berkelanjutan yang mengandung tiga pilar utama yang saling terkait dan saling menunjang yakni pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan hidup (Indonesiamission-ny, tanpa tahun).

Continue Reading →

26. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

Pembangunan Berkelanjutan dan Kesehatan

Pembangunan berkelanjutan memperhatikan keseimbangan lingkungan, sosial dan tujuan ekonomi untuk memaksimalkan kesejahteraan yang berhubungan dengan masyarakat, baik untuk masa sekarang maupun yang akan datang. Agenda 21, selain memperkenalkan tentang pentingnya perlindungan dan promosi kesehatan manusia, juga menyoroti lima area kunci aksi, yakni (1) memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan utama, khususnya di daerah rural, (2) pengendalian penyakit menular, (3) perlindungan kelompok rentan, (4) memenuhi tantangan kesehatan daerah urban, dan (5) pengurangan resiko kesehatan dari polusi dan bahaya lingkungan (von Schirnding 2002).

Continue Reading →

22. August 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: , |

← Older posts

Newer posts →