Profil Drs. Yasri Sulaiman, M.M (Alm.)

Beberapa waktu yang lalu Rendra mengirimkan SMS yang isinya meminta dikirimkan foto K’Yasri (alm.). Ia berencana untuk membuat tulisan tentang K’Yasri. K’Yasri memang telah pergi mendahului untuk menghadap Yang Mahakuasa. Ramadhan, dua tahun yang lalu di pagi shubuh K’Yasri menemui Sang Pencipta-nya. Kami sungguh tersentak dan kaget luar biasa mendengar berita kepergiannya. Padahal beberapa hari sebelumnya Rendra dan K’Yasri baru saja melakukan perjalanan keluar kota untuk memberikan materi dalam sebuah pelatihan. Kami sangat kehilangan Beliau, tokoh teladan yang telah menjadi inspirasi ketika Kami baru menapaki hari-hari yang terasa berat di Yogyakarta. Berikut ini adalah tulisan tentang K’Yasri yang pernah Kami susun beberapa tahu lalu di websitenya Yuk Belajar.

Profil Drs. Yasri Sulaiman, M.M
Kekuatan Impian

Yasri Sulaiman. Lahir di Bangka, 16 Juli 1959. Menyelesaikan program S-1 pada Jurusan Fisika Fakultas MIPA di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1987. Mendapatkan gelar Magister Manajemen pada bidang Manajemen Pemasaran di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada tahun 1995. Saat ini sedang menyelesaikan program S-3 di Bidang Ilmu Ekonomi (Sumberdaya Manusia) di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Organisasi profesi yang diikuti antara lain ialah Ikatan Sarjana Sains Indonesia, INKINDO, juga The Association of Indonesia Guidance Service.

***

Kesuksesan beliau tidak lepas dari semangat dan impiannya walau untuk sampai pada impian tersebut beliau harus berjuang keras. Di masa kecil, beliau adalah penjual es dan kerupuk keliling kampung. Anak dari seorang pendidik ini pernah bermimpi di masa kecilnya untuk menjadi seorang guru. Untuk mengejar impiannya, perjuangan beliau tidak hanya sampai SMU. Dengan tekad yang kuat, beliau memutuskan untuk menuntut ilmu di UGM Jogjakarta. Namun keinginan tersebut tidaklah semulus yang dibayangkan. Pada waktu duduk di Semester 3, beliau mengalami masalah keluarga sehingga menyebabkan tersendatnya keuangan, tapi semangat beliau tidak berakhir begitu saja. Untuk bertahan hidup, pada tahun 1982 beliau mulai melamar kerja dan mendapatkan pekerjaan di PRIMAGAMA. Memberikan bimbingan belajar pada siswa-siswa dan mendapatkan penghasilan. Pada saat itu per bulan beliau mendapatkan penghasilan sebesar Rp 80.000. Walaupun pada saat itu teman-temannya sudah mendapatkan kiriman dari orang tua mereka rata-rata Rp 150.000 per bulan.

Peningkatan kecil-kecilan mulai terlihat. Bila sebelumnya dari kos-kosan di daerah Pojok Beteng ke Kampus MIPA UGM jalan kaki, kini bisa merasakan nikmatnya sepeda kumbang. Perjuangan Beliau tidak sampai disitu, Beliau juga terus belajar, bermimpi dan berusaha. Terus, terus dan terus, hingga beliau dapat menyelesaikan program S-1 pada tahun 1987 dan mendapatkan gelar Drs. Hingga sekarang beliau merasakan kesuksesan-kesuksesan yang menurut beliau sebagian kesuksesannya Ia dapatkan secara “tidak sengaja”.

Pada saat ditemui, beliau berpesan agar generasi muda sekarang harus mempunyai impian karena impian dapat mendorong Kita untuk lebih bersemangat dan berkreatif. Beliau juga mengatakan jangan takut untuk bermimpi karena bermimpi itu gratis, tidak dipungut bayaran dan tidak ada yang melarang. Salah satu cerita impian Beliau adalah di saat ingin memiliki sebuah mobil, beliau sering meluangkan waktu untuk pergi ke showroom mobil, ”menjenguk” mobil impiannya dan merasakan “harumnya” mobil impian. Impian tersebut kini menjadi kenyataan. Dan yang membanggakan, di saat ingin membeli sebuah mobil untuk orang tua tercinta di kampung halaman, beliau tidak perlu lagi untuk datang ke showroom untuk memilih mobil yang cocok untuk orang tua. Beliau cukup melihat mobil-mobil yang melintas di jalan. Setelah melihat mobil yang sesuai untuk orang tua beliau, dicatat type dan mereknya, beliau langsung membelinya. Sungguh ini adalah kekuatan impian.

28. November 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: |

Comments (2)

  1. >Almarhum dkk, pernah membimbing kami di DKKB, Yogya pada saat kami mau kuliah. Beliau orang yg sangat concern thd pendidikan. Tidak banyak pemuda Belinyu yg mempunyai spirit spt beliau. Biarlah itu menjadi kenangan dan tauladan bagi generasi muda sekarang.Wass”kotabelinyu.blogspot.com”

  2. >Selamat jalan pak Yasri, dosenku yang memberi banyak pelajaran berharga…. di IEU yogyakarta…

Leave a Reply

Required fields are marked *