Memasak Data agar Lebih Enak Disantap

Seringkali data yang disajikan dalam suatu hasil penelitian masih dalam bentuk data mentah. Istilah data mentah Saya peroleh dari P’Mubasysyir, ketika Ia melakukan pembimbingan penelitian mahasiswa Magister KMPK. Data mentah, kurang lebih dapat Saya definisikan sebagai data yang seharusnya dapat diolah lebih lanjut agar lebih mudah dimaknai.

Tingkat suatu data dikatakan data mentah ini sendiri relatif. Sebagai contoh, data dari tabel berikut dapat dikatakan data mentah bila Ia masih dapat diolah lebih lanjut dalam bentuk grafik atau peta, sebaliknya bila merupakan rekapitulasi data dari lapangan, maka dapatlah dikatakan Ia sedikit lebih matang.

Rekapitulasi Sumber Pencemar Udara di Kota Yogyakarta Tahun 2007

Sumber: Laporan Akhir Pemetaan Sumber Pencemar Udara di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2007

Bandingkan! Bila Anda diminta menceritakan informasi yang terkandung dalam tabel di atas dengan peta di bawah ini. Waktu yang diberikan kepada Anda untuk menyerap informasi dari dua bentuk tampilan data ini hanya 10 detik. Sajian mana yang lebih mudah Anda pahami?

Tentu saja setiap orang pasti punya kelebihan masing-masing, namun Saya pikir akan lebih banyak orang yang akan cenderung memahami informasi yang disajikan oleh peta dibandingkan dengan tabel di atas. Lalu mengapa sebagian besar data yang disajikan dalam hasil penelitian masih dalam bentuk data mentah?

Rekapitulasi Sumber Pencemar Air di Kota Yogyakarta Tahun 2007

Memang keterbatasan kemampuan kebanyakan peneliti dalam menggunakan software pengolah data, plus kurangnya kreativitas adalah biang keladi banyaknya data yang disajikan secara mentah-mentah…

16. November 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Komputer & Pemrograman | Tags: |

Leave a Reply

Required fields are marked *