Intisari Penelitian S1 dan S2

Berikut ini merupakan intisari hasil penelitian Saya untuk menyelesaikan kuliah S1 di Program Studi Fisika FMIPA UGM (2005) dan S2 di Program Studi Ilmu Lingkungan SPS UGM (2008). Saya sangat senang apabila ada di antara pembaca yang tertarik dan berminat mendiskusikan lebih lanjut hasil penelitian ini dengan Saya. Terimakasih

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

KINERJA SPEKTROMETER FOTOAKUSTIK LASER CO2 KONFIGURASI INTRAKAVITAS
UNTUK MENDETEKSI GAS HEMBUS MANUSIA

Dosen Pembimbing
Dr. M. Ali Joko Wasono

Dosen Penguji
Dr. Agung BSU
Drs. Sunarto, MS

Telah dilakukan analisa kinerja spektrometer fotoakustik (SFA) laser CO2 konfigurasi intrakavitas pada penentuan batas deteksi terendah (BDT) gas aseton (CH3COCH3). Diperoleh konsentrasi terendah yang masih dapat dideteksi oleh SFA berdasarkan spektrum serapan gas aseton (CH3COCH3) sebesar (1,52±0,19) ppb.

SFA selanjutnya digunakan untuk mengukur konsentrasi gas aseton (CH3COCH3) pada cuplikan gas hembus penderita diabetes mellitus. Berdasarkan hasil pengukuran cuplikan gas hembus dari dua orang penderita diabetes mellitus diperoleh konsentrasi gas aseton untuk masing-masing penderita sebesar 9.89 ppm dan 15.79 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa metode fotoakustik laser CO2 dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi gas aseton dalam cuplikan gas hembus manusia.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

EVALUASI PEMULIHAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KOTA PASCA GEMPA BUMI 27 MEI 2006
Studi Kasus di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta

Dosen Pembimbing
Prof.DR.Dr.KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc.,D.Comm.Nutr.,DLSHTM.,PKK
Prof.Drs. Kasto, MA

Dosen Penguji
Dr.HA. Sudibyakto, M.S.
Prof.Dr. Sutikno

Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo merupakan salah satu kelurahan di Kota Yogyakarta yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa Bumi 27 Mei 2006. Kegiatan rehabilitasi diharapkan dapat menjadi media untuk menyediakan perumahan dan permukiman tahan gempa yang lebih sehat, lebih tertib, lebih teratur, dan lebih estetis beserta sarana dan prasarana pendukungnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan permukiman dan mengevaluasi pelaksanaan pemulihan lingkungan permukiman di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta pasca gempa bumi 27 Mei 2006.

Penelitian ini merupakan gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif, yang menggunakan metode deskriptif sebagai prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Teknik untuk mengumpulkan data ialah melalui interpretasi peta, observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Instrumen yang digunakan berupa peta, daftar isian dan panduan wawancara.

Penilaian kualitas lingkungan permukiman dengan variabel-variabel penentu kualitas lingkungan permukiman, yakni genangan air, air minum, sanitasi, saluran air hujan, tempat pembuangan sampah, jalan masuk, keadaan umum bangunan, saluran air limbah, pendapatan penduduk, umur kampung, lay-out umum bangunan, kepadatan bangunan, dan pendidikan penduduk, menunjukkan bahwa seluruh satuan lingkungan permukiman di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta termasuk dalam kelas lingkungan permukiman dengan kualitas baik (Kelas II). Dorongan percepatan pelaksanaan pemulihan perumahan dan permukiman pasca gempa bumi 27 Mei 2006 lebih terpusat pada upaya agar penduduk dapat segera membangun serta menempati rumahnya kembali. Tujuan untuk menyediakan perumahan dan permukiman tahan gempa dapat tercapai, namun tidak berarti lebih sehat, lebih tertib, lebih teratur, dan lebih estetis. Tingginya harga material dan tenaga kerja memaksa penduduk untuk lebih fokus hanya pada beberapa komponen utama bangunan tahan gempa, agar dana yang tersedia cukup untuk membangun rumah. Keterbatasan dan status hukum lahan menjadi kendala utama Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penataan permukiman.

Kata Kunci: kualitas lingkungan, permukiman kota, rehabilitasi

20. July 2008 by Aditya L. Ramadona
Categories: Refleksi | Tags: |

Leave a Reply

Required fields are marked *